PEMBERONTAKAN GWANGJU DI REPUBLIK KOREA SELATAN PADA TAHUN 1980 DALAM PERSPEKTIF HUKUM HUMANITER INTERNASIONAL
DOI:
https://doi.org/10.62281/v3i3.1680Keywords:
Hukum Humaniter Internasional, Pemberontakan Gwangju, Perserikatan Bangsa-BangsaAbstract
Penelitian ini ditujukan guna memahami Hukum Humaniter Internasional dari sudut pandang hukum materiil maupun formil dalam mengalisa penanganan Pemberontakan Gwangju Di Republik Korea Selatan pada tahun 1980 yang dilakukan oleh Chun Doo-hwan serta bagaimana kewenangan Pengadilan Pidana Internasional dalam melakukan pemeriksaan dan mengadili perkara tersebut. Penelitian ini menggunakan metode hukum normative dengan pendekatan Peraturan Perundang-Undangan, pendekatan Fakta, dan pendekatan Historis. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Pemberontakan Gwangju merupakan konflik bersenjata non-internasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 pada Protokol Tambahan II Konvensi Jenewa yang diadopsi pada tahun 1977, dengan demikian penyerangan secara membabi-buta untuk menangani pemberontakan tersebut menunjukkan bahwa Angkatan bersenjata Republik Korea Selatan tidak mematuhi ketentuan Pasal 3 Konvensi Jenewa 1949 tentang Perlindungan Warga Sipil Dalam Masa Peperangan oleh karenanya peristiwa tersebut dapat diadili berdasarkan Hukum Humaniter Internasional. PBB dapat membentuk Peradilan ad hoc maupun berkolaborasi dengan Pemerintah Republik Korea Selatan guna mengadili perkara tersebut agar dapat melakukan investigasi, penuntutan, dan mengadili pejabat-pejabat Republik Korea Selatan yang masih hidup dan turut terlibat dalam tragedi Pemberontakan Gwangju.
Downloads
References
Artikel Jurnal
Agus, Fadillah. (2018). Pembatasan HAM Dalam Keadaan Darurat Menurut Peraturan Perundang-Undangan Indonesia. Jurnal Paradigma Hukum Pembangunan, Volume 3, No. 2: 105-114. https://doi.org/10.25170/paradigma.v3i02.1932
Airlangga, Shandi Patria. (2019). Hakikat Penguasa Dalam Negara Hukum Demokratis. Jurnal CEPALO Volume 3, No. 1: 1-10. http://dx.doi.org/10.25041/cepalo.v3no1.1783
Aljaghoub, Mahasen M. (2016). Conception, Legacy, and Legitimacy of The Special Tribunal for Lebanon. Dirasat, Shari’a and Law Sciences, Volume 43, No. 4: 1799 – 1811. https://archives.ju.edu.jo/index.php/law/article/view/10254
Engel, Benjamin A. (2024). Making Sense of South Korea’s Senseless Martial Law Declaration. Asia-Pacific Journal – Japan Focus, Volume 22, No. 2. https://apjjf.org/2024/12/engel
Lee, Whiejin. (2017). The Enforcement of Human Rights Treaties in Korean Courts. Asian Yearbook of International Law, Volume 23: 95-136. https://doi.org/10.1163/9789004415829_009
Murad, Sarah Sohail Abdul Jabbar & Shaloukh, Hazbar Hassan. (2022). The Gwangju Uprising in South Korea in 1980. Diyala Journal of Human Research, Volume 2, No.94: 395-438. https://www.iraqoaj.net/iasj/article/259526
Novianti, Vera. (2023). Perkembangan Kejahatan Internasional dalam Hukum Pidana Internasional: Tinjauan Pertanggungjawaban oleh Peradilan Ad Hoc Internasional. Sultan Jurisprudance: Jurnal Riset Ilmu Hukum, Volume 3, No. 1: 51-61. https://dx.doi.org/10.51825/sjp.v3i1.18035
Oktaviani, Retno Ayu dan Mulyana, Agus. (2018). Perlawanan Masyarakat Korea Selatan menuju Gerbang Demokrasi Tahun 1980. Factum, Volume 7, No. 2: 227-240. https://doi.org/10.17509/factum.v7i2.15608
Onpocha, Issawut & Srisorn, Wijittra. (2017). Democratization in Republic of Korea (South Korea) after World War II (1948-2017). Humanities and Social Sciences Journal of Pibulsongkram Rajabhat University, 17(1), 366–387. https://doi.org/10.14456/psruhss.2023.26
Pradana, Gede Armando Adhie & Salain, Made Sukma Prijandhini. (2024), Menilik Peran Hukum Humaniter Internasional Dalam Perlindungan Jurnalis Perang (Studi Kasus Tewasnya Jurnalis Al Jazeera). Jurnal Kertha Negara, Volume 12, No.2: 231-241. https://ojs.unud.ac.id/index.php/kerthanegara/article/view/110185
Siahaan, Damara Nathania Boru. (2023). Invasi Rusia ke Ukraina 2022 Dalam Perspektif Hukum Humaniter Internasional. Jurnal Kertha Negara Volume 11, No. 4: 347-364. https://jurnal.harianregional.com/kerthanegara/id-94313
Sinombor, Sonya Hellen. (2022). Kedudukan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (UDHR) dalam Sistem Hukum di Indonesia. Jurnal Al-Wasath, Volume 3, No.1: 1-12. https://doi.org/10.47776/alwasat
Syuhada, Otong. (2021). Hak Asasi Manusia Dalam Perkspektif Negara Hukum Berdasarkan Pancasila. Jurnal Presumption of Law, Volume 3, No. 2: 144-159. https://www.ejournal.unma.ac.id/index.php/jpl/article/download/1495/1007
Vasiliev, Sergey. (2020). ECCC Appeals: Appraising the Supreme Court Chamber’s Interventions. Journal of International Criminal Justice, Volume 18, No. 3: 723-745. https://doi.org/10.1093/jicj/mqaa031
Buku
Diantha, I Made Pasek., Dharmawan, Ni Ketut Supasti., & Artha, I Gede. (2016). Metodologi Penelitian Hukum Normatif Dalam Justifikasi Teori Hukum. Jakarta: Kencana.
Efendi, Joanedi & Ibrahim, Johnny. (2016). Metode Penelitian Hukum: Normatif dan Empiris. Jakarta: Kencana.
Guilfoyle, Douglas. (2016). International Criminal Law. Oxford: Oxford University Press.
Melzer, Nils. (2019). Hukum Humaniter Internasional: Sebuah Pengantar Komprehensif. tanpa tempat penerbit, tanpa penerbit.
Park, Tae Gyun. (2023). The History of South Korea, 1945-1987. Oxford: Oxford University Press.
Konvensi-Konvensi Internasional
France. Universal Declaration of Human Rights 1948.
Italy. Rome Statute of the International Criminal Court, 1998.
Swiss. International Covenant on Civil dan Political Rights 1976.
Swiss. Geneva Conventions of 12 August, 1949.
Peraturan Perundang-Undangan
Keputusan Presiden Nomor 43 Tahun 2003 tentang Pengaturan Kegiatan Warga Negara Asing, Lembaga Swadaya Masyarakat dan Jurnalis di Provinsi Nanggore Aceh Darusalam.
Ketetapan MPR Republik Indonesia Nomor XVII/MPR/1988.
Maklumat Penguasa Darurat Militer Daerah (PDMD) Nomor 01/V/PDMD-NAD/2003.
Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 23 Tahun 1959 tentang Keadaan Bahaya.
Traktat Republik Korea Selatan No. 1007 tentang Ratifikasi ICCPR.
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Undang-Undang Keamanan Nasional Republik Korea Selatan Tahun 1948 (국가보안법)
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2005 Tentang Pengesahan International Covenant on Civil and Political Rights.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.
Skripsi/Disertasi/Tesis/Paper Kerja
Jayantara, I Gede Ketut Alit Putra. (2020). Penyertaan Modal Oleh Bank Asing Yang Tidak Memiliki Kantor Cabang Di Indonesia Sebagai Akibat Dari Konversi Utang Menjadi Saham. Skripsi. Fakultas Hukum Universitas Udayana, Bali, Indonesia.
Savioli, Fabian dan Dewan Hak Asas Manusia PBB. (2023). Visit to the Republic of Korea : Report of the Special Rapporteur on the Promotion of Truth, Justice, Reparation and Guarantees of Non-Reccurrence. Paper Kerja. Geneva, Swiss.
Suyanto, Sofa. (2024). Analisis Hukum Terhadap Masa Jabatan Ketua Umum Partai Politik Dalam Sistem Negara Demokrasi Di Indonesia (Studi Kasus Terhadap UU No. 2 Tahun 2011 Tentang Partai Politik). Skripsi. Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri Madura, Jawa Timur, Indonesia.
Sumber dari Internet
East Asia Institute. (2022). Human Rights Violations and Transitional Justice in South Korea. Available at: https://www.eai.or.kr/new/ko/etc/search_view.asp?intSeq=21603&board=kor_special#be2 Diakses 11 Januari 2025.
Gwangjuin. (2019). 5.18 Distortion of the truth, Koreans are Angry. Gwangjuin. Available at: https://www.gwangjuin.com/news/articleView.html?idxno=201130 .Diakses 11 Januari 2025.
New York Times. (2024), President Yoon’s Speech Declaring Martial Law. Available at: https://www.nytimes.com/2024/12/03/world/asia/president-yoon-speech-martial-law.html# diakses 11 Januari 2025.
The Korean Herald. (2023). Sentenced to Death and Prison But Ultimately Walking Free. Available at https://www.koreaherald.com/article/3195594, diakses 11 Januari 2025.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Kim Sodam, Tjokorda Istri Diah Widyantari Pradnya Dewi (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









