ANALISIS INKONSTITUSIONALITAS PERUBAHAN BATAS USIA CALON PRESIDEN DAN CALON WAKIL PRESIDEN PASCA KEPUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 90/PUU-XXI/2023

Authors

  • Abdul Aziz LBH Achmad Madani Putra & Friends Author

DOI:

https://doi.org/10.62281/v2i3.208

Keywords:

Pilpres, Batas Usia Eksekutif, Presiden dan Wakil Presiden , Keputusan Mahkamah Konstitusi

Abstract

Mahkamah Konstitusi lahir sebagai lembaga yang di fungsikan untuk menengahi konflik elektoral, oleh karena itu Mahkamah Konstitusi memiliki kewenangan dalam pengujian Undang-Undang Dasar. Akses yang dimiliki MK bersifat final dan tidak ada banding dalam artian mengikat bagi semua pihak. Setelah perubahan ketiga pada konstitusi, muncul kontroversi terbaru yang melibatkan Mahkamah Konstitusi, lembaga yang seharusnya menjadi pengadilan tertinggi di Republik Indonesia. Ironisnya, masalah baru muncul dari lembaga tersebut, yang seharusnya bertanggung jawab menjaga marwah, stabilitas, dan kepercayaan rakyat Indonesia. Perbincangan saat ini berkisar pada Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 90/PUU-XXI/2023 mengenai syarat usia calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres), yang berujung pada kontroversi.

Putusan MK ini menguji materi terkait syarat usia capres-cawapres yang tercantum dalam Pasal 169 huruf q Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Dengan diterimanya sebagian uji materi tersebut, orang yang belum mencapai usia 40 tahun diperbolehkan maju sebagai capres atau cawapres, asalkan memiliki pengalaman sebagai kepala daerah atau pejabat yang dipilih melalui pemilu. Akibat putusan MK ini, putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, yang baru berusia 36 tahun, dapat maju sebagai cawapres. Kontroversi muncul karena Ketua MK Anwar Usman, yang merupakan adik ipar Jokowi dan paman dari Gibran, mengetuk palu keputusan tersebut. Pasca-keputusan MK, muncul tudingan terkait dinasti politik dan nepotisme. Kritik juga datang dari berbagai pihak, dengan setidaknya 20 aduan yang masuk ke MK terkait dugaan pelanggaran kode etik dan konflik kepentingan dalam putusan tersebut. Beberapa pihak menyoroti bahwa keputusan MK membuka peluang terjadinya dinasti politik dan nepotisme, mengingat keterlibatan keluarga Presiden Joko Widodo dalam putusan tersebut. Hal ini menimbulkan keraguan terhadap prinsip demokrasi dan melemahkan kepercayaan masyarakat terhadap Mahkamah Konstitusi sebagai lembaga yang seharusnya independen dan adil.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anugerah, B., & Si, M. (2020). Reorientasi Identitas Demokrasi Indonesia di Era Pasca Reformasi : Sebuah Ikhtiar Mewujudkan Daulat Rakyat. 23–41.

Arrsa, R. C. (2014). Pemilu Serentak dan Masa Depan Konsolidasi Demokrasi. 169.

BN, A. M. T., Arief, A., Sabir, M. S., & R, N. A. (2023). Menyoal Etika Profesi Hakim dalam Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 90/PUU-XXI/2023 tentang Syarat Usia Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) Perspektif Risalatul Qada ‘Umar. Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(11), 626–638. https://jurnal.penerbitdaarulhuda.my.id/index.php/MAJIM/article/view/1329

KEMENKO PMK, Tantangan Pemuda Indonesia DI era Digital, (2021), Jakarta Pusat Diakses Dari https://www.kemenkopmk.go.id/tantangan-pemudaindonesia-di-era-digital

Malang, U. M. (2024). Mahkamah Konstitusi : Etika Kehakiman dan Kendaraan Politik Penguasa. 12, 459–471. https://doi.org/10.37893/jbh.v12i2.695

Mudatsir, A., & Samsuri. (2023). Melacak Kerancuan Legal Reasoning dalam Putusan MK 90/PUU-XXI/2023: Analisis dengan Metode IRAC. Peradaban Journal of Law and Society, 2(2), 169–183. http://jurnal.peradabanpublishing.com/index.php/PJLS/article/view/132

Sdgs.Bappenas.Go.Id, Sekilas Sdgs, Diakses Dari Https://Sdgs.Bappenas.Go.Id/Sekilas-Sdgs/

Published

2024-03-17

How to Cite

ANALISIS INKONSTITUSIONALITAS PERUBAHAN BATAS USIA CALON PRESIDEN DAN CALON WAKIL PRESIDEN PASCA KEPUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 90/PUU-XXI/2023. (2024). Jurnal Media Akademik (JMA), 2(3). https://doi.org/10.62281/v2i3.208

Similar Articles

1-10 of 226

You may also start an advanced similarity search for this article.