PENGUATAN INKLUSI GENDER DALAM PROGRAM KEAGAMAAN MELALUI TRANSFORMASI BUDAYA ORGANISASI DI DESA CIHOWE, KECAMATAN CISEENG, KABUPATEN BOGOR
DOI:
https://doi.org/10.62281/v3i8.2667Keywords:
Penguatan Inklusi Gender, Keagamaan, Transformasi Budaya Organisasi, Desa CihoweAbstract
Adapun tujuannya dari pengabdian kepada masyarakat (PkM) guna mewujudkan program kerja keagamaan masyarakat yang salah satunya dipengaruhi oleh transformasi budaya organisasi yang ada di Kelurahan Cihowe, Ciseeng, Bogor. Metode yang digunakan adalah Pendekatan partisipatif yaitu melibatkan secara aktif tokoh agama, pengurus organisasi keagamaan, serta perwakilan ibu-ibu dan bapak-bapak dalam setiap tahapan program, mulai dari perencanaan hingga evaluasi. PkM ini menggunakan dialog dan diskusi sebagai metode utama dalam meningkatkan pemahaman tentang budaya toleransi dan merumuskan program kerja keagamaan yang inklusif. Selain itu, diberikan pelatihan kepada tokoh agama dan pengurus organisasi keagamaan mengenai strategi merancang dan melaksanakan program keagamaan yang inklusif dan berperspektif gender, serta pendampingan dalam implementasinya. Pemanfaatan berbagai media komunikasi yang efektif juga dilakukan untuk menyebarkan pesan-pesan toleransi, mensosialisasikan program kerja keagamaan, dan mendorong partisipasi seluruh anggota masyarakat. Kegiatan yang beragam dan menarik dirancang agar relevan dengan minat serta kebutuhan laki-laki dan perempuan, sehingga dapat menarik partisipasi yang lebih luas. Memiliki kepedulian terhadap pendidikan dan kerukunan umat beragama akan memperkaya dan memperkuat pelaksanaan program pengabdian ini. Hasil kegiatan menunjukkan adanya pola partisipasi gender yang signifikan dalam kegiatan masyarakat; di mana kegiatan keagamaan, khususnya majelis taklim, didominasi oleh partisipasi ibu-ibu (100%), sementara partisipasi bapak-bapak sangat rendah. Sebaliknya, kegiatan sosial/komunal seperti kerja bakti didominasi sepenuhnya oleh bapak-bapak. Dalam konteks partisipasi di kegiatan PkM ini sendiri, peserta didominasi oleh ibu-ibu (pengurus PKK), menunjukkan tantangan besar dalam memobilisasi partisipasi bapak-bapak bahkan untuk kegiatan edukatif. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi spesifik untuk mencapai inklusi gender yang lebih seimbang dalam berbagai aspek kegiatan masyarakat.
Downloads
References
Efi, N. (2023). “Pengaruh Budaya Organisasi, Motivasi Kerja Dan Gaya Kepemimpinan Transformasi Terhadap Kepuasan Kerja Asn Serta Kinerja Asn Di Dinas Peternakan Dan Perikanan Kabupaten Situbondo” (Doctoral dissertation, Fakultas ekonomi dan bisnis).
Fakih, M. (2013). Analisis Gender dan Transformasi Sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Hanif, M., & Syarifah, L. N. (2022). “Hermeneutika adil gender menurut ulama kontemporer dalam studi al-Qur’an.” Yinyang: Jurnal Studi Islam Gender Dan Anak, 17(2), 181-200.
Harahap, M. A., & Adeni, S. (2021). “Bahasa dalam komunikasi gender.” Professional: Jurnal Komunikasi Dan Administrasi Publik, 8(2), 7-13.
Kompas.com. (2021, 16 November). 16 November 1995, “UNESCO Menggagas Hari Toleransi Internasional.” Kompas.com. Retrieved from https://www.kompas.com/global/read/2021/11/16/115022570/16-november-1995-une sco-menggagas-hari-toleransi-internasional
Muhammad A. (2024). “peran struktur organisasi osis smp n 16 dalam pengembangan tim yang efektif.” Journal of Engagement, Community Services, Empowerment and Development. p-ISSN: 2776-6128 | e-ISSN: 2776-6136
Subchi, I., & Marzuki, M. (2020). “Inklusivitas Gender dalam Pendidikan Islam: Studi atas Peran Perempuan dalam Lembaga Keagamaan.” Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah, 5(2), 101–115.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Siti Zubaidah, Henni Susantihennisusanti91@gmail.com, Mustopa Kamal, Susiyanti, Desi Muliyawati (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









