TRADISI SIAT YEH DI DESA ADAT JIMBARAN

Authors

  • Anak Agung Ngurah Handika Pradipta Universitas Udayana Author

DOI:

https://doi.org/10.62281/nagek793

Keywords:

Tradisi Siat Yeh, Warisan Budaya Tak Benda, Pelestarian Budaya, Pariwisata Budaya

Abstract

Tradisi lokal memiliki peran penting dalam menjaga identitas budaya dan solidaritas masyarakat, terlebih di tengah gempuran globalisasi. Tradisi Siat Yeh yang dilaksanakan setiap tahun di Banjar Teba, Desa Adat Jimbaran, merupakan salah satu bentuk warisan budaya tak benda yang mengandung makna sosial, religius, dan ekologis. Permasalahan dalam penelitian ini mencakup bagaimana prosesi pelaksanaan tradisi Siat Yeh dan apa fungsi tradisi ini bagi masyarakat lokal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tahapan pelaksanaan tradisi dan mengidentifikasi fungsi sosial budaya yang terkandung di dalamnya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Siat Yeh tidak hanya merupakan simbol rasa syukur terhadap air sebagai sumber kehidupan, tetapi juga memperkuat kohesi sosial, mempertegas identitas budaya, serta mendukung pelestarian lingkungan dan pengembangan pariwisata berbasis budaya. Tradisi ini juga berfungsi sebagai media edukasi nilai-nilai spiritual dan sosial antar generasi. Kesimpulannya, Siat Yeh adalah wujud nyata dari upaya masyarakat mempertahankan dan merevitalisasi kearifan lokal di era modern.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anam. (2024). Perspektif Antropologi terhadap Tradisi Ritual Peperangan.

Anugrah. (2023). Peran Tradisi dalam Membentuk Identitas Masyarakat.

Ardiyasa & Anggraini. (2021). Tradisi Perang Api di Bali: Studi Kasus Desa Pakraman Unggahan.

Ari, M. (2021). Teori Fungsional Struktural dalam Kajian Sosial. Jurnal Sosiologi Terapan.

Ariani. (2024). Megaret Pandan: Tradisi Ritual Peperangan Desa Adat Tenganan.

Asmita. (2019). Tradisi Siat Yeh di Banjar Teba, Desa Adat Jimbaran.

Azhar. (2024). Tradisi dan Ikatan Sosial dalam Masyarakat.

Azis. (2023). Teknik Studi Kepustakaan dalam Penelitian Kualitatif.

Diana, I. N., & Widiyani, N. L. P. S. (2019). Makna Simbolis Sanggah Surya dalam Upacara Keagamaan Hindu. Jurnal Kajian Budaya Hindu, 15(2), 45-58.

Gatra, I. M. (2023). Air dalam Tradisi Hindu Bali: Simbolisme dan Fungsi Ritual. Prosiding Seminar Nasional Kebudayaan, 12(1), 78-89.

Hearuddin. (2024). Warisan Budaya Indonesia: Tradisi Turun-Temurun.

Jones, R. (2009). Symbolic Interaction Theory: Perspectives and Applications. Social Theory Journal.

Kasiyan. (2015). Triangulasi Data dalam Penelitian Kualitatif.

Koentjaraningrat. (2015). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Mekarini, I. A. K. (2020). Penglukatan dalam Tradisi Hindu: Konsep dan Implementasi. Jurnal Dharma Sastra, 8(3), 112-125.

Misbahulzain. (2024). Pengaruh Globalisasi terhadap Generasi Muda dan Tradisi Lokal.

Mudana, I. W. (2021). Nyepi Sipeng: Dimensi Spiritualitas dalam Tradisi Bali. Widya Dharma: Jurnal Filsafat Hindu, 25(1), 34-47.

Nayu. (2023). Tradisi sebagai Penghubung Masa Lalu dan Masa Depan.

Pasla. (2024). Faktor-Faktor Keberagaman Budaya Indonesia.

Poloma, M. M. (1984). Contemporary Sociological Theory. New York: Macmillan Publishing Company.

Putri. (2024). Urbanisasi dan Dampaknya terhadap Tradisi Lokal.

Ridlwan, A. (2007). Struktural Fungsional Radcliffe-Brown dalam Analisis Masyarakat. Jurnal Antropologi Indonesia.

Rumahuru. (2018). Ritual Perang dalam Perspektif Antropologi: Fungsi Sosial dan Spiritual.

Siregar, dkk. (2024). Globalisasi dan Ancamannya terhadap Budaya Lokal.

Sudrajat, A., dkk. (2024). Tradisi dan Solidaritas Sosial dalam Masyarakat Adat. Jurnal Antropologi Budaya.

Sugiyono. (2004). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Syafnidawaty. (2020). Metode Observasi dalam Penelitian Kualitatif.

Umam. (2020). Indonesia sebagai Bangsa Majemuk: Keberagaman Suku Bangsa.

Published

2025-09-16

How to Cite

TRADISI SIAT YEH DI DESA ADAT JIMBARAN. (2025). Jurnal Media Akademik (JMA), 3(9). https://doi.org/10.62281/nagek793