PERAN UPACARA ADAT DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT BALI
DOI:
https://doi.org/10.62281/w6keg969Keywords:
Budaya, Upacara Adat, Pelestarian, BaliAbstract
Upacara adat merupakan salah satu bentuk warisan budaya yang memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat dan diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi. Upacara adat tidak hanya dipahami sebagai rangkaian ritual simbolik, tetapi juga sebagai sarana untuk menjaga keberlanjutan nilai-nilai tradisional yang hidup dalam masyarakat. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran upacara adat sebagai media pelestarian nilai-nilai tradisional, penguatan identitas budaya, serta pengikat solidaritas sosial. Penelitian ini dilakukan dengan metode tinjauan pustaka (literature review) melalui kajian terhadap berbagai sumber ilmiah, seperti buku, jurnal, dan artikel yang relevan dengan tema upacara adat dan kebudayaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa upacara adat memiliki fungsi yang kompleks dan multidimensional. Selain sebagai simbol tradisi, upacara adat juga berperan sebagai media edukasi nilai moral, norma sosial, dan spiritualitas kepada masyarakat. Dalam konteks masyarakat Bali, upacara adat memiliki kedudukan yang sangat penting karena berkaitan erat dengan sistem keagamaan, sosial, dan budaya. Upacara adat tidak hanya berfungsi sebagai tradisi, tetapi juga sebagai sarana untuk menjaga keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam, sebagaimana tercermin dalam konsep Tri Hita Karana. Melalui pelaksanaan upacara adat, masyarakat Bali mampu memperkuat identitas budaya, meningkatkan solidaritas sosial, serta melestarikan kearifan lokal di tengah tantangan modernisasi dan perkembangan zaman.
Downloads
References
Dewi, P. K. (2024). Jalinan Suci: Manusia, Alam, dan Tuhan dalam Upacara Ngaben (Analisis Tri Hita Karana). Dharmasmrti Journal. Ejournal Unhi
Durkheim, E. (1912). The Elementary Forms of Religious Life. New York: Oxford University Press.
Geertz, C. (1973). The Interpretation of Cultures. New York: Basic Books.
Hartayani, & Wulandari. (2024). Peran Tri Hita Karana dalam Kehidupan Masyarakat dan Pelestarian Budaya. Empiricism Journal. journal-center.litpam.com
IGAD Yuniti. (2022). Filosofi Kearifan Lokal Tri Hita Karana dalam Menjaga Kelestarian Tradisi. Jayapangus Press. Jayapangus Press
K. Patera. (2023). Ethnographic Communications of the Ngaben Ritual of Bali. IJESSS / Journal Keberlanjutan. Sustainability Journal
Koentjaraningrat. (1985). Kebudayaan, Mentalitas, dan Pembangunan. Jakarta: Gramedia.
Mulyadi, Y. (2018). “Peran Upacara Adat dalam Pembentukan Identitas Budaya Masyarakat Lokal.” Jurnal Sosial dan Budaya, 10(2), 123-134.
Ni Putu Suwardani. (t.t.). Educational Value of the Use of Alang-Alang in Hindu Religious Ceremonies in Bali — Proceedings Seminar. Unhi Repository
Nurdin, I., & Wahyudi, D. (2017). “Upacara Adat Sebagai Sarana Pendidikan Nilai dalam Masyarakat.” Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 22(3), 256-265.
Pramada, I. G. Y. (—). Implementasi Ajaran Tri Hita Karana pada Ritual Sanghyang Grodog di Desa Lembongan, Nusa Penida. Neliti / Media publikasi. Neliti
Pudentia, M. P. S. (2015). “Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Upacara Adat.” Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya, 12(1), 45-56.
Rahman, A. (2020). Globalisasi dan Transformasi Budaya Lokal. Bandung: Pustaka Inti.
Satwa Upakara: Sarana Perlengkapan Upacara Agama Hindu (ensiklopedi/kitab panduan). Basabali / kamus & referensi upacara. BASAbaliWiki
Smith, L. (2006). Uses of Heritage. London: Routledge.
Suardana, I. N. (2025). Deconstruction of the Ngaben Kusa Pranawa Ceremony in Bali. MSJ / Jurnal Hafasy. Jurnal Hafasy
Sutrisno, M., & Putranto, A. (2005). Budaya dan Komunikasi dalam Perspektif Relasi Antarbudaya. Yogyakarta: Kanisius.
Tri Hita Karana Values in Magebagan Tradition. (2024). Jurnal Bali Provinsi. Bali Journal
Turner, V. (1969). The Ritual Process: Structure and Anti-Structure. Chicago: Aldine Publishing.
Unud, (2025). Kebertahanan Upacara Ngaro di Banjar Medura, Desa Sanur. Sunari E Journal UNUD. E-Journal Udayana University.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Hanung Erianata, Tria Agustin, Ghufroni (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









