FALSIFIKASI SEBAGAI FONDASI ILMU: ANALISIS KRITIS TERHADAP EPISTEMOLOGI KARL POPPER

Authors

  • Erna Martia Anggraini Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung Author
  • Faizal Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung Author
  • Safari Daud Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung Author

DOI:

https://doi.org/10.62281/tx5p9f88

Keywords:

Falsifikasi, Fondasi Ilmu, Epistemologi Karl Popper

Abstract

Konsep falsifikasi sebagai fondasi ilmu dalam epistemologi Karl Popper. Popper menolak tradisi induktivisme positivistik yang menganggap ilmu berkembang melalui verifikasi akumulatif, dan mengajukan falsifiabilitas sebagai kriteria utama keilmuan. Menurut Popper, suatu teori hanya dapat dianggap ilmiah jika membuka kemungkinan untuk diuji dan dibantah oleh bukti empiris. Melalui pendekatan conjectures and refutations, Popper menekankan bahwa ilmu bersifat tentatif, selalu dapat direvisi, dan berkembang melalui proses kritik rasional yang berkelanjutan. Kajian ini juga menyoroti implikasi falsifikasi terhadap metodologi penelitian modern, termasuk pentingnya rumusan hipotesis yang spesifik, desain penelitian yang memungkinkan pengujian ketat, serta sikap ilmiah yang terbuka terhadap koreksi. Analisis menunjukkan bahwa meskipun falsifikasionisme Popper memberikan kontribusi signifikan bagi fondasi epistemologi ilmu, ia tetap menghadapi kritik terkait praktik ilmiah aktual dan keterbatasannya dalam disiplin non-eksperimental. Namun demikian, falsifikasi tetap menjadi kerangka penting dalam memahami dinamika perkembangan ilmu dan objektivitas dalam penelitian.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdurrahman, F. (2011). Metodologi penelitian dan teknik penyusunan skripsi. Jakarta: Rineka Cipta.

Hadiwijono, H. (2003). Sari sejarah filsafat Barat 2 (Cet. ke-19). Yogyakarta: Kanisius.

Ilmu, F., Filsafat, S. F., Epistemologis, D., & Ilmu Pengetahuan. (2025). S Uria, 1(1), 1–12.

Indonesia, J. F., Riski, M. A., Studi Interdisciplinary, & Islamic Studies. (2021). Teori falsifikasi Karl Raimund Popper: Urgensi pemikirannya dalam dunia akademik. Jurnal Filsafat Indonesia, 4(3), 261–272.

Jorgensen, J. (1951). The development of logical empiricism. Chicago: University of Chicago Press.

Komarudin, K. (2016). Falsifikasi Karl Raimund Popper dan kemungkinan penerapannya dalam keilmuan Islam. At-Taqaddum.

Nazir, M. (2020). Metodologi penelitian. Bogor: Ghalia Indonesia.

Purwosaputro, S. (2023). Falsifikasi sebagai dasar epistemologi Karl Raimund Popper dalam melihat problem ilmu pengetahuan. XII(2), 188–200.

Subekti, S. (2015). Filsafat ilmu Karl R. Popper dan Thomas S. Kuhn serta implikasinya dalam pengajaran ilmu. Humanika.

Sugiyono. (2020). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Downloads

Published

2025-12-21

How to Cite

FALSIFIKASI SEBAGAI FONDASI ILMU: ANALISIS KRITIS TERHADAP EPISTEMOLOGI KARL POPPER. (2025). Jurnal Media Akademik (JMA), 3(12). https://doi.org/10.62281/tx5p9f88