MAKNA FILOSOFIS RITUAL MITONI PADA MASYARAKAT DESA MARUYUNG SARI, KABUPATEN PANGANDARAN, DALAM BINGKAI AKULTURASI BUDAYA DAN NILAI-NILAI ISLAM
DOI:
https://doi.org/10.62281/nk0v3846Keywords:
Tradisi Mitoni, Budaya Jawa, Nilai-Nilai Islam, Akulturasi Budaya, Kearifan LokalAbstract
Tradisi mitoni merupakan salah satu upacara adat Jawa yang masih dilestarikan oleh Masyarakat Desa Mayung Sari, Kabupaten Pangandaran. Tradisi ini dilaksanakan pada usia kehamilan tujuh bulan sebagai bentuk rasa syukur dan ikhtiar spiritual atas karunia kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna filosofis ritual mitoni dalam bingkai akulturasi budaya dan nilai-nilai Islam. Metode yang digunakan peneliti kualitatif dengan Teknik pengumpulan data berupa wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menujukkan bahwa mitoni tidak hanya dipahami sebagai warisan budaya leluhur akan tetapi juga sebagai sarana penguatan spiritual, psikolgis, dan sosial bagi calon ibu dan masyarakat sekitar. Pelaksanan mitoni di Desa Mayung Sari memperlihatkan adanya akulturasi yang harmonis antara budaya jawa dan ajarn Islam, ditandai dengan penyederhanaan prosesi serta penggantian unsur-unsur magis dengan doa Bersama, pengajian, tahlil, dan sholawat. Makna filosofis yang terkandung dalam symbol-simbol mitoni mencerminkan nilai rasa syukur, kebersamaan kepada Allah SWT, serta harapan akan lahirnya keturunan yang saleh dan bermanfaat. Dengan demikian, tradisi mitoni tetap relevan dan bermakna sebagai karifan loka yang adaptif serta selaras dengan nilai-nilai Islam.
Downloads
References
Buhori, (2017). “Islam dan Tradisi Lokal di Nusantara (Telaah Kritis terhadap Tradisi Pellet Betteng pada Masyarakat Madura dalam Perspektif Hukum Islam),” al-Maslahah, vol. 13, no. 2, pp. 229–2476.
Endang Widi Winarni, (2018) menggunakan pendekatan kualitataif, Bumi Aksara,
H. Su’aidi, (2016) “Korelasi Tradisi Ngapati dengan Hadist Penciptaan Manusia,” Religia, vol. 15, no. 1, pp. 88–106.
Kamus Umum Bahasa Indonesia (2003) Edisi Ke Tiga. Jakarta: Balai Pustaka.
Koentjaraningrat. (2009). Kebudayaan Jawa. Jakarta: Balai Pustaka,
M. Huda. (2016) Tradisi dan Ritual Keagamaan Masyarakat Jawa. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
M. Mustaqim, (2016). “Pergeseran Tradisi Mitoni: Persinggungan adtara Budaya dan Agama,” Penelitian, vol. 11, no. 1, pp. 119–140.
Siyoto, S., & Sodik, M. A. (2016). Dasar metodologi penelitian. Yogyakarta: Literasi Media Publishing.
Sujati, B. (2019). Tradisi Budaya Masyarakat Islam di Tatar Sunda (Jawa Barat). Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab Dan Dakwah, 1(1), 37–51.
Sumpena, D. (2012). Islam dan Budaya Lokal: Kajian terhadap Interelasi Islam dan Budaya Sunda. Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies, 6(1), 101–120.
Suwardi Endraswara. (2013). Falsafah Hidup Jawa Yogyakarta: Cakrawala.
Wawancara dengan Ibu Marifatul Kholiqi, Salah satu warga setempat Desa Myung Sari, 10 Des 2025.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Hasna Abiyyu, Angkin Dayu Safitri, Rohmatul Ifadah, Vava Imam Agus Faisal (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









