BIAS GENDER DALAM PEMBERITAAN KASUS USTAZ CABUL DI BEKASI: ANALISIS WACANA KRITIS SARA MILLS
DOI:
https://doi.org/10.62281/zmr9m364Keywords:
Bias Gender, Pemberitaan, Sara Mills, Ustaz Cabul, Wacana KritisAbstract
Media di Indonesia secara konsisten mereproduksi bias gender melalui strategi pembingkaian dalam pemberitaan kekerasan seksual, memposisikan korban perempuan sebagai objek pasif sementara pelaku laki-laki digambarkan dengan narasi dominan dan agresif, seperti yang terlihat dalam studi sebelumnya seperti Asrita (2022). Penelitian ini mengkaji bias gender dalam pemberitaan kasus pelecehan seksual ustaz Bekasi (September hingga Oktober 2025) di detik.com dan Kumparan.com, menggunakan analisis wacana kritis Sara Mills untuk menyelidiki posisi subjek-objek, peran penulis, dan posisi pembaca. Dengan menggunakan pendekatan interpretatif kualitatif, data dari artikel berita yang dipilih secara purposif dianalisis melalui pengkodean manual, triangulasi, dan interpretasi tematik yang berfokus pada seksisme dan reproduksi patriarki. Temuan menunjukkan pelaku dipusatkan sebagai subjek dominan dengan penekanan moral sensasional pada identitas agama mereka, sementara korban adalah objek pasif tanpa agensi naratif; perspektif jurnalistik memprioritaskan tindakan pelaku daripada pengalaman korban, dan pembaca diposisikan sebagai hakim moral pasif. Pola-pola ini memperkuat ideologi patriarki, sejalan dengan teori komunikasi feminis tentang ketidakseimbangan kekuasaan media. Implikasinya mencakup rekomendasi untuk jurnalisme yang peka gender sesuai standar AJI untuk mengurangi stigmatisasi korban dan mempromosikan representasi yang adil.
Downloads
References
AJI. (n.d.). INDIKATOR SENSITIF GENDER UNTUK MEDIA.
Asrita, S. (2022). Bias Gender Pemberitaan Kasus Gisella Anastasia di Okezone.com. 4, 116–127.
Mills, S. (2025). GENDER DISCRIMINATION IN THE DRAMA SERIES THE EXCHANGE : Introduction Many contemporary film series address women ’ s issues , and The Exchange is in socializing and presenting gender discrimination ( Endriawati & Sulistyorini , 2023 ). Al Mughni explains in her book Women in Kuwait : Politics of Gender , that although the Kuwaiti constitution states that men and women are equal in the eyes of. 05(1), 129–153. https://doi.org/10.22373/nahdah.v5i1.6543
Safitri, A. (2025). Representation of Gender Relations in Mubadalah . Id Media : An Analysis of Sara Mills ’ Critical Discourse. 3(1), 1–16.
Setiadi, F. M. (2024). Bias Gender dalam Narasi Media Online tentang Kekerasan Seksual di Mandailing Natal : Analisis Wacana Kritis Sara Mills. 6(2), 88–97.
Sugiyono. (2023). Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan R&D.
Sumiati Agphyra, Asep Nurjamin, A. K. (2025). SARA MILLS ’ CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS OF THE REPRESENTATION OF NIKITA MIRZANI IN INDONESIAN ONLINE. 12(4), 75–87.
Zatadini, N., Iqbal, M. G., & Viqria, A. A. (2023). Perempuan dan Kesetaraan Gender: Analisis Teoritis dalam Perspektif Filsafat Hukum. Jurnal Hukum Legalita, 5(2), 232–239.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Fitri Adelia Pratiwi, Ummi Kulsum (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









