PENINGKATAN LITERASI KEUANGAN DIGITAL MELALUI EDUKASI QRIS DAN FINTECH PADA UMKM TOKO KELONTONG GREEN ASOKA
DOI:
https://doi.org/10.62281/t6fmme22Keywords:
Literasi Keuangan Digital, QRIS, Fintech, UMKM, Toko KelontongAbstract
Perkembangan teknologi keuangan (financial technology/fintech) mendorong transformasi sistem pembayaran di Indonesia melalui implementasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Namun, literasi keuangan digital pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya toko kelontong, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis peningkatan literasi keuangan digital melalui edukasi QRIS dan fintech pada UMKM Toko Kelontong Green Asoka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi dan pendampingan QRIS mampu meningkatkan pemahaman pemilik usaha terhadap sistem pembayaran digital, keamanan transaksi, serta efisiensi operasional. Implementasi QRIS juga mendorong perubahan sikap UMKM dalam mengadopsi teknologi keuangan digital secara berkelanjutan. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis dan akademik dalam pengembangan program literasi keuangan digital berbasis UMKM.
Downloads
References
Bank Indonesia. (2020). Blueprint sistem pembayaran Indonesia 2025. Bank Indonesia.
Bank Indonesia. (2023). Sistem pembayaran dan QRIS di Indonesia. Bank Indonesia.
Davis, F. D. (1989). Perceived usefulness, perceived ease of use, and user acceptance of information technology. MIS Quarterly, 13(3), 319–340. doi:10.2307/249008
Gomber, P., Koch, J. A., & Siering, M. (2017). Digital finance and fintech: Current research and future research directions. Journal of Business Economics, 87(5), 537–580. doi:10.1007/s11573-017-0852-x
Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia. (2022). Perkembangan UMKM dan transformasi digital. KemenKopUKM.
Lusardi, A., & Mitchell, O. S. (2014). The economic importance of financial literacy: Theory and evidence. Journal of Economic Literature, 52(1), 5–44. doi:10.1257/jel.52.1.5
Morgan, P. J., & Trinh, L. Q. (2019). Fintech and financial literacy in the digital age. ADB Institute Working Paper, No. 990, 1–28.
Otoritas Jasa Keuangan. (2022). Strategi nasional literasi keuangan Indonesia 2021–2025. Otoritas Jasa Keuangan.
Otoritas Jasa Keuangan. (2023). Statistik fintech lending Indonesia. Otoritas Jasa Keuangan.
Rahayu, R., & Day, J. (2017). E-commerce adoption by SMEs in developing countries: Evidence from Indonesia. Eurasian Business Review, 7(1), 25–41. doi:10.1007/s40821-016-0049-6
Rogers, E. M. (2003). Diffusion of innovations (5th ed.). Free Press.
Setiawan, B., & Mauluddi, H. A. (2020). Financial technology and SMEs performance in Indonesia. Journal of Asian Finance, Economics and Business, 7(10), 81–92. doi:10.13106/jafeb.2020.vol7.no10.081
Sugiyono. (2021). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.
Suryani, T. (2021). Literasi keuangan digital dan pengaruhnya terhadap inklusi keuangan UMKM. Jurnal Manajemen dan Keuangan, 10(2), 120–130.
World Bank. (2020). Digital financial services. World Bank
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Yusak Fahrur Hamzah, Baharudin Yusuf Habibi, Deni Irawan, Ida Ayu Nuh Kartini (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









