DIGITAL LEADERSHIP DI PESANTREN: NEGOISASI OTORITAS KIAI DAN TRANSFORMASI BUDAYA ORGANISASI DI ERA DISRUPSI

Authors

  • Mutohhar Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Author
  • Siti Aimah Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Author

DOI:

https://doi.org/10.62281/1va69d29

Keywords:

Digital Leadership, Otoritas Kiai, Pesantren, Transformasi Budaya, Era Disrupsi

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi digital leadership di lingkungan pesantren, khususnya dalam membedah bagaimana negosiasi otoritas karismatik Kiai berlangsung di tengah tuntutan transformasi budaya organisasi pada era disrupsi. Fokus utama kajian ini adalah memahami strategi kepemimpinan dalam menyelaraskan tradisi pesantren yang hierarkis dengan karakteristik teknologi digital yang demokratis dan transparan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus jamak di beberapa pesantren yang telah mengadopsi ekosistem digital. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap pengasuh dan manajer pesantren, observasi partisipatif terhadap pola komunikasi digital, serta analisis dokumen kebijakan lembaga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digital leadership di pesantren bermanifestasi dalam bentuk kepemimpinan hibrida, di mana otoritas Kiai tetap menjadi poros utama namun mengalami renegosiasi melalui digitalisasi instruksi (e-dawuh) yang lebih terukur. Transformasi budaya organisasi terlihat pada pergeseran tata kelola dari sistem manual-sentralistik menuju manajemen berbasis data yang lebih akuntabel, yang secara efektif mereduksi hambatan birokrasi tradisional. Meskipun muncul kontroversi terkait pergeseran nilai sakralitas, solusi yang diambil adalah dengan memposisikan teknologi sebagai instrumen pendukung, bukan pengganti esensi spiritualitas. Kontribusi penelitian ini secara teoretis menawarkan model baru manajemen kepemimpinan Islam yang mampu mengintegrasikan aspek teosentris dengan kebutuhan teknosentris. Secara praktis, artikel ini menjadi rujukan strategis bagi pembuat kebijakan di pesantren dalam mengelola perubahan budaya organisasi agar tetap kompetitif tanpa kehilangan identitas aslinya di tengah arus disrupsi global

Downloads

Download data is not yet available.

References

Avolio, B. J., Kahai, S. S., & Dodge, G. E. (2018). E-leadership: Implications for theory, research, and practice. The Leadership Quarterly, 29(1), 1–15.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Dhofier, Z. (2019). Tradisi pesantren: Studi tentang pandangan hidup kiai dan visinya mengenai masa depan Indonesia. LP3ES.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2020). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). SAGE Publications.

Schwab, K. (2018). The fourth industrial revolution. Crown Business.

Selwyn, N. (2020). Education and technology: Key issues and debates (3rd ed.). Bloomsbury Publishing.

Sulaiman, A., & Rahman, F. (2021). Digital leadership and organizational culture transformation in Islamic education institutions. Journal of Islamic Educational Management, 6(2), 101–117.

Yusuf, M., & Huda, N. (2022). Authority and leadership transformation in pesantren in the digital era. International Journal of Educational Leadership and Management, 10(3), 245–262.

Published

2026-01-10

How to Cite

DIGITAL LEADERSHIP DI PESANTREN: NEGOISASI OTORITAS KIAI DAN TRANSFORMASI BUDAYA ORGANISASI DI ERA DISRUPSI. (2026). Jurnal Media Akademik (JMA), 4(1). https://doi.org/10.62281/1va69d29