EFEKTIVITAS MANAJEMEN CAIRAN PADA PASIEN ACUTE KIDNEY INJURY BERDASARKAN EVIDENCE-BASED PRACTICE: LITERATUR REVIEW

Authors

  • Zainal Azis Mustaqim Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya Author
  • Alfia Khoirunnisa Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya Author
  • Sopi Cahyani Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya Author
  • Ida Rosidawati Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya Author
  • Hana Ariyani Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya Author

DOI:

https://doi.org/10.62281/h7jf6k20

Keywords:

Gagal ginjal akut, Manajemen cairan, Fluid responsiveness, Fluid tolerance, Evidence-based

Abstract

Gagal ginjal akut (acute kidney injury/AKI) merupakan kondisi klinis serius dengan angka kejadian lebih dari 50% pada pasien kritis yang ditandai oleh penurunan fungsi ginjal secara mendadak akibat berbagai penyebab patofisiologis. Manajemen cairan yang tepat menjadi krusial dalam penatalaksanaan AKI, namun strategi pemberian cairan masih menimbulkan perdebatan mengingat pemberian cairan yang tidak tepat dapat memperburuk kondisi pasien. Studi ini merupakan literatur review yang bertujuan mengevaluasi efektivitas strategi manajemen cairan berbasis bukti untuk meminimalkan risiko kejadian dan perburukan AKI melalui analisis lima jurnal ilmiah terkini. Melalui metode PRISMA dengan kerangka PICO, penelusuran dilakukan pada database Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect menggunakan kata kunci terkait manajemen cairan dan AKI pada populasi pascaoperasi jantung, hemodialisis, syok septik, dan perawatan intensif periode 2016-2022. Hasil sintesis menunjukkan bahwa pendekatan manajemen cairan individual berdasarkan penilaian fluid responsiveness dan fluid tolerance lebih efektif dibandingkan strategi pemberian cairan konvensional. Penggunaan larutan kristaloid seimbang seperti Ringer Laktat mengurangi risiko AKI dibandingkan normal saline, sementara strategi restriktif setelah fase resusitasi awal mengurangi kebutuhan terapi pengganti ginjal (13% vs 30%) dan efek samping. Intervensi berbasis evidence-based practice pada pasien hemodialisis efektif menurunkan interdialytic weight gain (IDWG) >3,5% dari 20% menjadi 6%. Meskipun strategi resusitasi terstruktur tidak mencegah terjadinya AKI pada syok septik, pendekatan "less is more" dalam manajemen cairan pasca-resusitasi menunjukkan manfaat signifikan dalam mempercepat pemulihan fungsi ginjal. Temuan ini menegaskan perlunya pergeseran paradigma dari manajemen cairan pasif berbasis kebiasaan menjadi pendekatan aktif, individualized, dan berbasis bukti dengan keterlibatan multidisiplin untuk mengoptimalkan outcome ginjal pada pasien kritis dengan AKI.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Angraini, W., & Putri, N. M. (2020). Hubungan interdialytic weight gain (IDWG) dengan kualitas hidup pasien hemodialisa. Jurnal Keperawatan, 12(2), 55–63.

Forwaty, E., Hasneli, Y., & Edison, E. (2022). Sosialisasi manajemen cairan berbasis Evidence-Based Practice pada pasien hemodialisis di RSUD Arifin Achmad. Jurnal Abdimas Kesehatan, 4(1), 24–30.

Handika, I. M. Y., Suriadi, & Amalia, R. (2023). Karakteristik klinis pasien gagal ginjal akut di ruang intensif. Jurnal Keperawatan Indonesia, 26(1), 45–53.

Inkinen, N., Hoppu, S., Pulkkinen, K., Kuitunen, A., Wilkman, E., Koskenkari, J., & Vaara, S. T. (2021). Association of fluid balance with the recovery of acute kidney injury in critically ill patients. Acta Anaesthesiologica Scandinavica, 65(8), 1080–1089. https://doi.org/10.1111/aas.13872

Kellum, J. A., Chawla, L. S., Keener, C., Singbartl, K., Palevsky, P. M., & Angus, D. C. (2016). The effects of alternative resuscitation strategies on acute kidney injury in patients with septic shock. American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine, 193(3), 281–287. https://doi.org/10.1164/rccm.201502-0355OC

Khusna, K., Nuraini, N., & Rahmawati, D. (2023). Patofisiologi gagal ginjal akut dan implikasi keperawatannya. Jurnal Keperawatan Medikal Bedah, 11(1), 12–20.

Sahu, M. K., Sahu, S., & Mishra, S. (2022). High-chloride fluids are associated with increased risk of acute kidney injury in post–cardiac surgery patients. Indian Journal of Critical Care Medicine, 26(7), 823–830. https://doi.org/10.5005/jp-journals-10071-24274

Vaara, S. T., Bellomo, R., Reinikainen, M., Hoppu, S., & the REVERSE-AKI Investigators. (2021). Restrictive versus liberal fluid management in acute kidney injury (REVERSE-AKI): A randomized feasibility trial. Critical Care, 25, Article 92. https://doi.org/10.1186/s13054-021-03512-4

Widodo, A., Putri, D. W., & Maharani, D. (2021–2023). Pemantauan fluid balance pada pasien gagal ginjal akut: Tinjauan praktik keperawatan. Jurnal Keperawatan Dasar, 7(2), 89–97.

Wiji, Y. A., & Sari, P. (2025). Konsep dasar dan penatalaksanaan gagal ginjal akut. Yogyakarta: Deepublish.

Zatihulwani, F., Rahmadhani, D., & Nugroho, S. (2023). Faktor risiko overload cairan pada pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisis. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(1), 101–110.

Published

2026-01-13

How to Cite

EFEKTIVITAS MANAJEMEN CAIRAN PADA PASIEN ACUTE KIDNEY INJURY BERDASARKAN EVIDENCE-BASED PRACTICE: LITERATUR REVIEW. (2026). Jurnal Media Akademik (JMA), 4(1). https://doi.org/10.62281/h7jf6k20