PSIKOEDUKASI PENGENALAN EMOSI SEBAGAI FONDASI PENCEGAHAN BULLYING PADA SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI 3 BULUHARJO
DOI:
https://doi.org/10.62281/v6nsn555Keywords:
Psikoedukasi, Pengenalan Emosi, Anti Bullying, SDN 3 BuluharjoAbstract
Pendidikan dasar merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter serta keterampilan sosial-emosional anak. Sekolah Dasar (SD) menjadi ruang strategis untuk menanamkan kemampuan pengenalan dan pengelolaan emosi sejak dini, khususnya pada siswa kelas 1–3, serta memberikan edukasi pencegahan dan penanganan isu bullying pada siswa kelas 4–6. Berdasarkan kebutuhan tersebut, kegiatan sosialisasi edukatif ini dirancang sebagai intervensi komprehensif yang mengintegrasikan pengenalan emosi dasar dan edukasi anti-bullying dalam satu program terpadu. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap berbagai bentuk bullying, baik fisik, verbal, maupun relasional, sekaligus melatih kemampuan mengenali dan mengelola emosi dasar seperti senang, sedih, marah, takut, dan kaget sebagai upaya pencegahan perilaku agresif sejak dini. Kegiatan ini dilaksanakan pada 80 siswa SD Negeri 3 Buluharjo pada 6 Januari 2026. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan interaktif yang meliputi ceramah singkat, diskusi kelompok, permainan kartu emosi, serta kegiatan menggambar ekspresi emosi. Seluruh kegiatan didukung oleh alat bantu visual berupa slide PowerPoint dan pemutaran film pendek, dengan durasi pelaksanaan selama tiga jam dalam satu sesi. Program ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan mendukung perkembangan sosial-emosional siswa secara berkelanjutan.
Downloads
References
Anggraini, R., & Dewi, D. K. (2023). Perilaku bullying pada siswa sekolah dasar dan dampaknya terhadap kesejahteraan psikososial. Jurnal Pendidikan Anak, 12(2), 145–156.
Budhi, S. (2016). Kill Bullying. Jakarta: Grasindo.
Ekman, P. (1990). The argument and evidence about universals in facial expressions of emotion. Journal of Personality and Social Psychology, 58(2), 273–289. https://doi.org/10.1037/0022-3514.58.2.273
Goleman, D. (1995). Emotional intelligence: Why it can matter more than IQ. New York: Bantam Books.
Gross, J. J. (2014). Handbook of emotion regulation. New York: Guilford Press.
Komisi Perlindungan Anak Indonesia. (2024). Laporan kasus kekerasan terhadap anak di satuan pendidikan. Jakarta: KPAI.
Mayer, J. D., & Salovey, P. (1997). What is emotional intelligence? In P. Salovey & D. Sluyter (Eds.), Emotional development and emotional intelligence: Educational implications (pp. 3–31). New York: Basic Books.
Olweus, D. (1993). Bullying at school: What we know and what we can do. Oxford: Blackwell.
Piaget, J. (1972). The psychology of the child. New York: Basic Books.
Rosmaharani, S. (2021). Dampak bullying terhadap kesejahteraan psikologis anak usia sekolah. Jurnal Bimbingan dan Konseling, 6(1), 34–43.
Saleh, A. (2018). Psikologi pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers.
Santoso, A. (2021). Psikologi pendidikan: Konsep, teori, dan aplikasi dalam pembelajaran. Jakarta: Prenadamedia Group.
Santrock, J. W. (2018). Life-span development. New York: McGraw-Hill Education.
Smith, P. K., & Sharp, S. (Eds.). (1994). School bullying: Insights and perspectives. London: Routledge.
Syavika, N., Prasetyo, A., & Lestari, R. (2023). Bentuk dan dampak bullying pada peserta didik di sekolah dasar. Jurnal Psikologi Pendidikan, 15(1), 22–35.
Twistiandayani, R., Christin, N., & Revita, T. (2024). Faktor Personal, Keluarga, dan Sekolah dan Dampak Perilaku Bullying Pada Remaja. Gresik: Universitas Gresik.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Haryo Triajie, Ummatus Sholehah, Farikha Awalina Efendi, Shobihatin (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









