KREATIVITAS KOREOGRAFI SEBAGAI PENGUAT ESTETIKA DAN EMOSI DALAM FILM MUSIKAL RANGGA & CINTA
DOI:
https://doi.org/10.62281/4b48rt51Keywords:
Choreography, Musical Film, Nonverbal CommunicationAbstract
Penelitian ini mengkaji peran koreografi dalam film musikal Rangga & Cinta sebagai penguat estetika dan emosi dengan menggunakan kerangka komunikasi nonverbal yang meliputi kinesics, proxemics, oculesics, dan ekspresi wajah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui peran koreografi dalam memperkuat estetika dan emosi serta memahami bagaimana koreografi digunakan sebagai bentuk komunikasi nonverbal dalam membangun makna dan narasi Rangga & Cinta. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan interpretatif melalui wawancara dengan koreografer, observasi film, serta dokumentasi yang dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman (1994). Hasil penelitian menunjukkan bahwa koreografi berfungsi sebagai bahasa visual yang membangun relasi antar tokoh, dinamika emosi, dan kesinambungan dramatik melalui gerakan, jarak, tatapan mata, dan ekspresi wajah yang terintegrasi dengan sinematografi. Koreografi juga menunjukkan fleksibilitas tinggi dalam menyesuaikan diri dengan ruang kamera dan struktur adegan sehingga memperkuat alur penceritaan. Dengan demikian, koreografi tidak hanya memperindah tampilan visual, tetapi menjadi medium komunikasi nonverbal yang strategis dalam membangun pengalaman serta makna estetika dan emosional penonton terhadap film musikal Indonesia.
Downloads
References
Alwan, M., Firman, A. F., & Trenggono, N. (2024). Pengaruh Komunikasi Nonverbal dalam Meningkatkan Efektivitas antar Budaya. Arus Jurnal Pendidikan, 4(3), 1345-1350. https://doi.org/10.57250/ajsh.v4i3.664.
Andersen, P. A. (1999). Nonverbal Communication: Forms and Functions. Mountain View, California: Mayfield Pub.
Apriliyanti (2023). Analisis Penggunaan Komunikasi Nonverbal Pada Presentasi Kelas. Jurnal Multidisiplin Indonesia, 2(7), 1554-1560. https://jmi.rivierapublishing.id/index.php/rp/article/view/313
Argyle, M. (1988). Bodily Communication (2nd Edition). Madison: International Universities Press.
Birdwhistell, R. L. (1952). Introduction to Kinesics. Washington, DC: Department of State, Foreign Service Institute.
Burgoon, J. K., Guerrero, L. K., & Floyd, K. (2010). Nonverbal Communication. Taylor & Francis.
Burgoon, J. K., Manusov, V., & Guerrero, L. K. (2021). Nonverbal Communication (2nd Edition). Routledge. https://doi.org/10.4324/9781003095552
Davidhizar, R. (1992). Interpersonal Communication: A Review of Eye Contact. Infection Control and Hospital Epidemiology, 13(4), 222-225. https://doi.org/10.1086/646513
Ekman, P. (2003). Emotions Revealed: Recognizing Faces and Feelings to Improve Communication and Emotional Life. New York: Times Books.
Faiz, A. Z. (2025). Gestur dan Diam: Komunikasi Nonverbal dalam Membangun Karakter Utama pada Film "Titip Surat untuk Tuhan". Pawarta, 3(2), 119-130. https://doi.org/10.54090/pawarta.896
Hall, E. T. (1959). The Silent Language. New York: Anchor Books.
Hall, J. A., Horgan, T. G., & Murphy, N. A. (2019). Nonverbal Communication. Annual Review of Psychology, 70(1), 271-294. https://doi.org/10.1146/annurev-psych-010418-103145
Harizah, P. N., Cahyono, H. B., (2025). KOMUNIKASI NONVERBAL TARI LANDHUNG DALAM MENYAMPAIKAN PESAN BUDAYA DI SITUBONDO. MEDIAKOM: Jurnal Ilmu Komunikasi, 8(2), 211-226. https://doi.org/10.32528/mediakom.v8i02.4189
Mailani, O., Nuraeni, I., Syakila, S. A., & Lazuardi, J. (2022). BAHASA SEBAGAI ALAT KOMUNIKASI DALAM KEHIDUPAN MANUSIA. Kampret Journal, 1(2), 1-10. https://jurnal.uinsyahada.ac.id/index.php/hatapoda/article/download/10535/5253
Martin-Rubió, X. (2018). Contextualising English as a Lingua Franca: From Data to Insights. Cambridge Scholars Publishing.
Maysarah, S., Yuniawati, S., & Ainurromah, A. (2025). KEKUATAN DIAM DAN UCAPAN: MENYATUKAN KOMUNIKASI VERBAL DAN NONVERBAL DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI. Jurnal Intelek Insan Cendikia, 2(6), 10757-10767. https://jicnusantara.com/index.php/jiic/article/view/3665/3752
Monica, N., Marta, R. F., & Panggabean, H. (2023). Studi Efikasi Diri terhadap Komunikasi Non-Verbal dalam Karakter Utama Film The Pursuit of Happiness. Scriptura, 13(1), 79–89. https://doi.org/10.9744/scriptura.13.1.79-89.
Miles, M. B. & Huberman, A. M. (1994), Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook. Thousand Oaks, California: Sage Publications.
Navarro, J. (2008). What Every Body is Saying. New York: HarperCollins Publishers.
Nicholson, J. (2021). Proxemics: How Interpersonal Distance Communicates Intimacy. Psychology Today. Available at https://www.psychologytoday.com/us/blog/the-attraction-doctor/202103/proxemics-how-interpersonal-distance-communicates-intimacy, diakses tanggal 15 Januari 2026.
Utoyo, A. W. (2024). Interaksi Tanpa Kata: Peran Kontak Mata dalam Menyampaikan Pesan Non-Verbal. MULTIPLE: Journal of Global and Multidisciplinary, 2(4), 2427-2435.https://journal.institercom-edu.org/index.php/multiple/article/view/517
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Brynna Gracella, Emmanuella Juliana K.S. (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









