ANALISIS FAKTOR KETERLAMBATAN DAN KETIDAKHADIRAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN DI SMPN 26 PADANG

Authors

  • Anggun Lisa Marianti Universitas Negeri Padang Author

DOI:

https://doi.org/10.62281/p3f7zn14

Keywords:

Keterlambatan Siswa, Ketidakhadiran, Disiplin Belajar, Studi Kasus

Abstract

Keterlambatan dan ketidakhadiran siswa merupakan permasalahan yang berdampak langsung terhadap efektivitas proses pembelajaran, pembentukan karakter, serta perkembangan disiplin peserta didik. Permasalahan ini tidak hanya memengaruhi prestasi akademik siswa, tetapi juga berpotensi mengganggu iklim belajar di lingkungan sekolah. Penelitian studi kasus ini bertujuan untuk menganalisis berbagai faktor yang memengaruhi keterlambatan dan ketidakhadiran siswa di SMP Negeri 26 Padang, serta mendeskripsikan penerapan pendekatan konseling behaviorisme sebagai upaya penanganan permasalahan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, yang melibatkan siswa, guru Bimbingan dan Konseling (BK), wali kelas, guru mata pelajaran, orang tua, serta teman sebaya sebagai informan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan penyebaran angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlambatan dan ketidakhadiran siswa dipengaruhi oleh kombinasi faktor internal, eksternal, dan kondisi fisik, seperti rendahnya kemampuan manajemen waktu, tekanan dalam lingkungan keluarga, pengaruh lingkungan pergaulan, serta kondisi kesehatan tertentu, termasuk recurrent abdominal pain. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan konseling yang sistematis dan berorientasi pada perubahan perilaku dalam meningkatkan kedisiplinan siswa.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Hikmawati, F. (2011). Bimbingan dan Konseling. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Imron, A. (2012). Manajemen Peserta Didik Berbasis Sekolah. Jakarta : Bumi Aksara.

Kusumawide, K. T., Saputra, W. N. E., Alhadi, S., & Prasetiawan, H. (2019). Keefektifan Solution Focused Brief Counseling (SFBC) untuk menurunkan perilaku prokrastinasi akademik siswa. Counsellia: Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 9(2), 89-102.

Nakpodia, E. D,. & Dafiaghor, F. K. (2011). Lateness: A Major Problem Confronting School Administrators in Delta State, Nigeria. International Journal of Science and Technology Education Research. Vol. 2 (4), 58-61.

Prayitno & Amti, E. (2009). Dasar-dasar Bimbingan Konseling. Jakarta. Rineka Cipta.

Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2013). Organizational Behavior (15th ed.). Pearson.

Sanyata, S. (2012). Teori dan Aplikasi Pendekatan Behavioristik dalam Konseling. Jurnal Paradigma. No. 14 Th. VII, Juli 2012, 1–11.

Setiawan, D. E., & Mais, A. (2017). Pengaruh tingkat kehadiran siswa terhadap efektivitas proses pembelajaran siswa kelas IV tuna grahita ringan dalam kelas regular SD inklusi di Kabupaten Jember. SPEED Journal: Journal of Special Education, 1(1), 28-33.

Walker, J., & Shea, T. M. (2010). Behavior Management a Practical Approach for Education. Columbus: Memil Publishing.

Willis, S. S. (2010). Konseling Individual : Teori dan Praktek. Bandung: Alfabeta.

Wijaya, J. (1988). Psikologi bimbingan. Eresco

Published

2026-01-28

How to Cite

ANALISIS FAKTOR KETERLAMBATAN DAN KETIDAKHADIRAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN DI SMPN 26 PADANG. (2026). Jurnal Media Akademik (JMA), 4(1). https://doi.org/10.62281/p3f7zn14