EKSISTENSI AWIG-AWIG DESA ADAT SEBAGAI PILIHAN HUKUM (CHOICE OF LAW) DALAM KONTRAK PARIWISATA INTERNASIONAL DI BALI

Authors

  • Komang Widiana Purnawan Universitas Udayana Author
  • I Gusti Ngurah Dharma Laksana Universitas Udayana Author

DOI:

https://doi.org/10.62281/823j7c43

Keywords:

Awig-awig, Desa Adat , Choice of law , Hukum Perdata Internasional, Pariwisata

Abstract

Penelitian ini menelaah eksistensi awig-awig desa adat sebagai pilihan hukum (choice of law) dalam kontrak pariwisata internasional di Bali. Dalam praktik hubungan hukum lintas negara, terutama di sektor pariwisata, terjadi perjumpaan antara norma hukum negara dengan norma adat yang hidup di masyarakat. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan mendasar: apakah hukum adat dapat diakui sebagai dasar pengaturan kontrak internasional yang melibatkan pihak asing dan komunitas adat lokal? Awig-awig sebagai hukum adat tertulis masyarakat Bali telah diakui keberadaannya melalui Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali, yang memberi kedudukan hukum terhadap norma-norma lokal sebagai sumber hukum dalam sistem hukum nasional. Dengan demikian, awig-awig tidak sekadar norma sosial, melainkan bagian dari hukum positif yang dapat berfungsi dalam hubungan keperdataan internasional. Penelitian ini menggunakan metode normatif-yuridis dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach), konseptual (conceptual approach), dan perbandingan (comparative approach). Data dianalisis secara kualitatif dengan mengkaji asas party autonomy dalam Hukum Perdata Internasional serta kemungkinan penerapan hukum adat sebagai pilihan hukum yang sah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa awig-awig dapat berfungsi sebagai pilihan hukum dalam kontrak pariwisata internasional sepanjang memenuhi prinsip kebebasan berkontrak dan tidak bertentangan dengan ketertiban umum nasional. Pengakuan terhadap awig-awig mencerminkan sistem hukum nasional yang pluralistik dan berkepribadian Indonesia.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Buku dan Literatur Akademik

Boaventura de Sousa Santos. Epistemologies of the South: Justice Against Epistemicide. Boulder: Paradigm Publishers, 2014.

Dicey, A.V., and J.H.C. Morris. The Conflict of Laws. 15th ed. London: Sweet & Maxwell, 2012.

Ehrlich, Eugen. Fundamental Principles of the Sociology of Law. Cambridge: Harvard University Press, 1936.

Gautama, Sudargo. Hukum Perdata Internasional Indonesia. Bandung: Alumni, 1987.

Menski, Werner. Comparative Law in a Global Context: The Legal Systems of Asia and Africa. Cambridge: Cambridge University Press, 2010.

Panggabean, H.P. Asas-Asas Hukum Perdata Internasional. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2003.

Windia, I Wayan P. Hukum Adat Bali: Eksistensi dan Perkembangannya. Denpasar: Udayana University Press, 2018.

Jurnal Hukum Nasional dan Internasional

Andriyanto, D., and Yunanto. “Legal Study of the Choice of law of the Parties in an International Trade Contract.” International Journal of Social Science and Human Research 7, no. 9 (2024): 3158–3167.

Antaguna, Nyoman G., and I Nyoman Putu Budiartha. “Development of Balinese Customary Law in the Perspective of Local Wisdom ‘Tri Hita Karana’.” Sociological Jurisprudence Journal 6, no. 2 (2023): 134–149.

Bouwers, G.J. “Tacit Choice of law in Asian Contract Practice.” Uniform Law Review 26, no. 1 (2021): 33–52.

Cuniberti, Gilles. “The Recognition of Non-State Law in International Commercial Arbitration.” Uniform Law Review 22, no. 1 (2017): 85–110.

Dharmawan, Ni Ketut. “Balinese Customary Law in the Era of Globalization: The Role of Awig-awig in Sustainable Development.” Kertha Negara: Journal of Legal Studies 9, no. 3 (2021): 240–256.

Hariri, Achmad, dan Basuki Babussalam. “Pluralisme Hukum dan Rekonstruksi Sistem Hukum Nasional.” Walisongo Law Review 6, no. 1 (2024): 1–22.

Ibrahim, Norazlina, and Haslina Mansor. “Recognition of Customary Law in Cross-Border Contracts: A Southeast Asian Perspective.” Asian Journal of Comparative Law 18, no. 2 (2023): 45–63.

Mahawira, Kadek, et al. “The Recognition and Protection of Customary Law Communities in Maintaining Culture as a Tourist Attraction.” International Journal of Innovative Research and Scientific Studies 8, no. 2 (2025): 297–310.

Meryadinata, G., Salman N., and Bastomi A. “Choice of law in International Contracts Based on the Hague Principles 2015: Indonesian Positive Law Perspective.” Jurnal Hukum UM Sorong 11, no. 2 (2025): 98–114.

Nurhadi, dan Wahyuni. “Hukum Adat sebagai Sumber Pembentukan Hukum Nasional.” Jurnal Yustisia 11, no. 1 (2022): 57–74.

Sopamena, Ronald Fadly. “Choice of law in International Business Contracts.” Balobe: Jurnal Ilmu Hukum 2, no. 2 (2022): 145–160.

Sura, Gede. “Nilai-Nilai Sosial dalam Awig-awig Desa Adat Bali dan Relevansinya terhadap Sistem Hukum Nasional.” Kertha Desa 9, no. 2 (2021): 77–91.

Symeonides, Symeon C. “Party Autonomy in International Contracts: Transcending the Territorial Paradigm.” Journal of Private International Law 16, no. 1 (2020): 1–27.

Taufik Simatupang. “Foreign Element in Indonesian Private International Law.” Udayana Journal of Law and Culture 10, no. 2 (2021): 167–182.

Ugli, A.D.D. “Party Autonomy and Choice of law in International Commercial Contracts: Theoretical and Practical Perspectives.” Excellencia: International Multidisciplinary Journal 2, no. 9 (2024): 114–132.

Peraturan Perundang-undangan dan Dokumen Resmi

Indonesia. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Indonesia. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata).

Indonesia. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia. Naskah Akademik RUU Hukum

Perdata Internasional. Jakarta: Badan Pembinaan Hukum Nasional, 2023.

Kementerian PPN/Bappenas. RPJPN 2025–2045: Indonesia Emas 2045. Jakarta: Bappenas, 2023.

Pemerintah Provinsi Bali. Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali.

Putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Nomor 35/PUU-X/2012 tentang Hutan Adat.

European Union. Regulation (EC) No. 593/2008 on the Law Applicable to Contractual Obligations (Rome I Regulation). Official Journal of the European Union, July 4, 2008.

Hague Principles on Choice of law in International Commercial Contracts. The Hague: Hague Conference on Private International Law, 2015.

UNIDROIT Principles of International Commercial Contracts. 2016 ed. Rome: International Institute for the Unification of Private Law (UNIDROIT).

Sumber Sekunder / Pendukung

Griffiths, John. “What Is Legal Pluralism?” Journal of Legal Pluralism 24 (1986): 1–55.

Santos, Boaventura de Sousa. “Interlegality and Global Legal Pluralism.” In Toward a New Common Sense: Law, Globalization, and Emancipation, 2nd ed. London: Routledge, 2002.

Published

2026-02-06

How to Cite

EKSISTENSI AWIG-AWIG DESA ADAT SEBAGAI PILIHAN HUKUM (CHOICE OF LAW) DALAM KONTRAK PARIWISATA INTERNASIONAL DI BALI. (2026). Jurnal Media Akademik (JMA), 4(2). https://doi.org/10.62281/823j7c43