PENGARUH KURANGNYA PERAN AYAH DALAM PENGASUHAN (FATHERLESS) TERHADAP REGULASI EMOSI DEWASA AWAL

Authors

  • Widya Ratri Ning Pratidina Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur Author
  • Alfiza Fakhriya Haq Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur Author
  • Hamka Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur Author

DOI:

https://doi.org/10.62281/fmg5rj46

Keywords:

Mahasiswa, Dewasa awal, Kurang Peran Ayah, Regulasi emosi

Abstract

Regulasi emosi merujuk pada kemampuan untuk menilai, mengendalikan, dan mengekspresikan emosi, yang seharusnya berkembang pada masa dewasa awal dengan dukungan orang tua. Di Indonesia, fenomena fatherless cukup banyak terjadi, sekitar 20,9% anak mengalami keterlibatan kurangnya peran ayah dalam pengasuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kurangnya peran ayah terhadap regulasi emosi dewasa awal di Kota Samarinda. Sebanyak 390 mahasiswa dewasa awal berpartisipasi dalam penelitian ini. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan desain kausal asosiatif, data dikumpulkan melalui Skala Peran Ayah (Fathering Scale) dan Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) yang keduanya telah teruji validitas dan reliabilitasnya dengan skor Cronbach’s Alpha 0,966 untuk skala peran ayah dan Cronbach’s Alpha  0,868 untuk skala ERQ. Analisis regresi sederhana menunjukkan adanya pengaruh signifikan peran ayah terhadap regulasi emosi dewasa awal (F = 80,638; p < 0,001), dengan koefisien regresi sebesar 0,107. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat absensi peran ayah, maka akan semakin tinggi pula tingkat regulasi emosinya. Nilai R² (0,172) mengindikasikan bahwa absensi peran ayah menyumbang 17,2% terhadap variansi regulasi emosi, sementara 82,2% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Penelitian ini diharapkan dapat membantu dalam pembaruan multidemensional tentang peranan ayah dalam pengasuhan yang mana disampaikan oleh Lamb (2010) tentang pentingnya keterlibatan ayah tidak hanya penting pada masa kanak-kanak tetapi juga pada masa remaja dan dewasa awal.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aninditha, R., & Boediman, L. M. (2021). Keterlibatan ayah sebagai moderator: apakah regulasi emosi ayah memengaruhi regulasi emosi anak prasekolah. Psikoislamika: Jurnal Psikologi Dan Psikologi Islam, 18(1), 2655–5034. https://doi.org/https://doi.org/10.18860/psi.v18i1.12121

Aritonang, S. A. D., & Soetjiningsih, C. H. (2024). Pola asuh otoritatif dan regulasi emosi pada remaja akhir. G-Couns: Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 8(2), 653–660. https://doi.org/10.31316/gcouns.v8i2.5572

Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Timur. (2025). Jumlah Perguruan Tinggi, Dosen, dan Mahasiswa (Negeri dan Swasta) di Bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Timur, 2024. Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Timur. https://kaltim.bps.go.id/id/statistics-table/3/Y21kVGRHNXZVMEl3S3pCRlIyMHJRbnB1WkVZemR6MDkjMw==/jumlah-perguruan-tinggi1--dosen--dan-mahasiswa2--negeri-dan-swasta--di-bawah-kementerian-pendidikan--kebudayaan--riset--dan-teknologi-menurut-kabupaten-kota-di-provinsi-kalimantan-timur--2022.html

Banun, J. S., Aurora, A., Larasati, A. M., Manurung, I. H., & Hastuti, R. (2025). Pengaruh keterlibatan ayah dengan regulasi emosi gen Z. PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Psikologi, 5(02), 451–461.

Borod, J. C. (2000). The neuropsychology of emotion. Oxford University Press, Inc.

Dewi, A. N., & Ambarwati, K. D. (2023a). Hubungan kelekatan ayah dengan regulasi emosi pada wanita dewasa awal yang bekerja dan belum menikah. Psyche 165 Journal, 16, 282–287. https://doi.org/10.35134/jpsy165.v16i4.291

Dewi, A. N., & Ambarwati, K. D. (2023b). Hubungan kelekatan ayah dengan regulasi emosi pada wanita dewasa awal yang bekerja dan belum menikah. Psyche 165 Journal, 16(4), 282–287. https://doi.org/10.35134/jpsy165.v16i4.291

Febriani, M. I., & Iswinarti. (2025). The impact of fatherlessness on idependence and interpersonal relationships in early adult women: a systematic review. Jurnal Psikologi, 2(4), 1–3. https://doi.org/10.47134/pjp.v2i4.4382

Greenberg, L. S. (2002). Emotion focused therapy : coaching clients to work through their feelings. In American Psychological Association (2nd ed.). American Psychological Association.

Gross, J. J. (2014). Handbook of emotion regulation (2nd ed.). The Guilford Press.

Gross, J. J., & John, O. P. (2003). Individual Differences in Two Emotion Regulation Processes: Implications for Affect, Relationships, and Well-Being. Journal of Personality and Social Psychology, 8(2), 348–362.

Harper, L., & Shaw, M. (2024). Parental Experiences of Men Raised Without Fathers or Father Figures: A Phenomenological Study. American Journal of Qualitative Research, 8(2), 63–84. https://doi.org/10.29333/ajqr/14393

Hart, J. (2002). The Importance of Fathers in Children’s Asset Development.

Hendrikson. (2013). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Emosi. Gramedia.

Hurlock, E. B. (1996). Psikologi Perkembangan. Erlangga.

Ika. (2023). Psikolog UGM beberkan dampak minimnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan. Universitas Gadjah Mada. https://ugm.ac.id/id/berita/23757-psikolog-ugm-beberkan-dampak-minimnya-keterlibatan-ayah-dalam-pengasuhan

Illahi, K. P. S., & Akmal, S. Z. (2017). Hubungan kelekatan dengan teman sebaya dan kecerdasan emosi pada remaja yang tinggal di panti asuhan. Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi, 2(2), 171–181. https://doi.org/10.21580/pjpp.v2i2.1854

Lamb, M. E. (1981). The role of the father in child development. Research Gate. https://www.researchgate.net/publication/31670039

Lamb, M. E. (2010). The role of the father in child development, 5th ed. (5th ed.). John Wiley & Sons, Inc.

Lestari, Y. (2024). Dampak psikologis fatherless dan peranan ayah menurut islam. Jurnal Pro Justicia, 4(1), 33–45.

Majid, I. A., & Abdullah, M. N. A. (2024). Melangkah tanpa penuntun: Mengeksplorasi dampak kehilangan ayah terhadap kesehatan mental dan kehilangan ayah terhadap kesehatan mental dan emosional anak-anak. SABANA: Jurnal Sosiologi, Antropologi, Dan Budaya Nusantara, 3(2). https://doi.org/10.55123/sabana.v3i2.3488

Mawardah, M., & Adiyanti, M. (2014). Regulasi emosi dan kelompok teman sebaya pelaku cyberbullying. JURNAL PSIKOLOGI, 41(1), 60–73.

Mcleod, S., & Erikson, E. (2025). Erik Erikson’s stages of psychosocial development. Simply Psychology, 1–35. https://doi.org/10.5281/zenodo.15241647

Muna, L. N. (2015). Pengaruh Peran Ayah (Fathering) terhadap determinasi diri (Self Determination) pada Remaja Kelas X di SMAN 3 Malang [Skripsi]. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.

Munjiat, S. M. (2017). Pengaruh fatherless terhadap karakter anak dalam prespektif islam. Al-Tarbawi Al-Haditsah : Jurnal Pendidikan Islam, 2(1).

Putri, A. F. (2018). Pentingnya orang dewasa awal menyelesaikan tugas perkembangannya. SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling, 3(2), 35. https://doi.org/10.23916/08430011

Putri, R. D., Rahmi, Y., & Armalid, I. I. (2022). Dampak Ketiadaan Figur Ayah pada Gender Role Development Seorang Anak. Jurnal Flourishing, 2(6), 447–456. https://doi.org/10.17977/10.17977/um070v2i62022p447-456

Radde, H. A., Nurrahmah, Nurhikmah, & Saudi, A. N. A. (2021). Uji Validitas Konstrak dari Emotion Regulation Questionnaire Versi Bahasa Indonesia dengan Menggunakan Confirmatory Factor Analysis Constract Validity Test of Emotions Regulation Questionnaire of Indonesian Version Using Confirmatory Factor Analysis. Jurnal Psikologi Karakter, 1(2), 152–160.

Rahma, S. A., Ikhsan, A. P. P., & Yemima, D. (2024). Dampak pengabaian orang tua terhadap regulasi emosi anak. Jurnal Psikologi, 1(4), 1–18. https://doi.org/https://doi.org/10.47134/pjp.v1i4.2649

Salsabila, S., & Hakim, L. (2020). Pengaruh peran ayah terhadap self esteem mahasiswa di universitas teknologi Sumbawa. Jurnal Psimawa : Diskursus Ilmu Psikologi & Pendidikan, 3(1), 24–30.

Sasono, D. A. P., Pitoyo, D., & Ningrum, W. S. (2025). Dampak fatherless terhadap perempuan dewasa awal: studi fenomenologi tentang kriteria pasangan hidup. Education : Jurnal Pendidikan Sosiologi, (1), 68–78.

Septiana, D., & Nasution, N. I. (2017). Perkembangan regulasi emosi anak dilihat dari peran keterlibatan ayah dalam pengasuhan. PSYCHOPOLYTAN (Jurnal Psikologi), 1(1), 23–30.

Suralaga, F. (2021). Psikologi pendidikan: implikasi dalam pembelajaran (Solicha & Nuraini, Eds.; 1st ed.). Rajawali Pers.

Thompson, R. A. (1994). Emotion regulation: a theme in search of definition. Monographs of the Society for Research in Child Development, 59(2–3), 25–52. https://doi.org/10.1111/j.1540-5834.1994.tb01276.x

Published

2026-03-28

How to Cite

PENGARUH KURANGNYA PERAN AYAH DALAM PENGASUHAN (FATHERLESS) TERHADAP REGULASI EMOSI DEWASA AWAL. (2026). Jurnal Media Akademik (JMA), 4(3). https://doi.org/10.62281/fmg5rj46