SEKATEN SEBAGAI SIMBOL KEBERAGAMAN ISLAM NUSANTARA: KAJIAN TENTANG TRADISI, RITUAL, DAN NILAI ASWAJA

Authors

  • Azizah Fatimatuz Zahrah Universitas Sains Al-Qur’an Author
  • Sofiatul Mukaromah Universitas Sains Al-Qur’an Author
  • Nurul Mubin Universitas Sains Al-Qur’an Author

DOI:

https://doi.org/10.62281/v3i7.2551

Keywords:

Sekaten, Islam Nusantara, Tradisi, Ritual, Aswaja

Abstract

Tradisi Sekaten yang berakar sejak Kesultanan Demak hingga terus  dipertahankan di wilayah Yogyakarta maupun Surakarta, bukan hanya sebagai perayaan kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga sebagai simbol pencampuran anatara budaya lokal dengan ajaran Islam. Tradisi ini berisi rangkaian acara seperti gamelan, pembacaan syahadatain, serta pembagian gunungan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan makna simbolik dari berbagai prosesi dan tradisi dalam Sekaten sebagai representasi keragaman Islam Nusantara, serta menggali nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja) yang tercermin di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif kualitatif dengan pemanfaatan data sekunder berupa literatur yang relevan, yaitu dari jurnal dan artikel keislaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur-unsur dalam Sekaten merupakan bentuk akulturasi antara ajaran Islam dan budaya Jawa yang mencerminkan nilai-nilai moderat tawasuth (moderasi), tasamuh (toleransi), tawazun (keseimbangan) dan i'tidal (keadilan) sebagaimana prinsip utama dalam Aswaja. Hal ini menunjukkan bahwa Sekaten adalah bentuk eskpresi Islam Nusantara yang mengedepankan harmoni antara ajaran Islam dan budaya, serta mencerminkan keberagaman dalam konteks keislaman yang inklusif.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahmad, I., Syafrijal N, B., Octa N, A., & Rizky P, A. (2021). Tradisi Upacara Sekaten di Yogyakarta. Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture, 3(2), 49. https://doi.org/10.32585/kawruh.v3i2.1718

Alam, f., Putri, S. V., Oktavia G., Yuniar, A., & Aminati a. (2025). Nilai-Nilai Eksistensi Tradisi Sekaten dalam Prespektif Hukum Adat dan Hukum Islam. Mandub: Jurnal Sosial Politik Sosial, Hukum dan Humaniora, 2(2). DOI;10.59059/mandub.v2i2.1236

Apriani, N., & Hanafiah, N. S. (2022). Telaah Eksistensi Hukum Adat Pada Hukum Positif Indonesia dalam Perspektif Aliran Sociological Jurisprudence. Rewang Rencang: Jurnal Hukum Lex Generalis, 3(3), 231–246. https://media.neliti.com/media/publications/459860-review-the-existence-of-customary-law-on-7490808d.pdf

Dutayana, M. K. & Bustami, A. L. (2022). Tradisi Sekaten Yogyakarta terhadap Perkembangan pada Abad Ke 21 dalam Teori Sosial Budaya. Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK), 4(6), 4449–4461. DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.8966

Eko, M. F., Al Mumtaza, D. H., & Panggabean, Y. P. (2022). Konstruksi Sosial Tradisi Sekaten Surakarta dalam Perspektif Teori Tafsir Sosial. Tuturan: Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial dan Humaniora, 2(3). DOI: 10.47861/tuturan.v2i3.1079

Lestari, D. P., & Haryanto, B. (2022). Revitalisasi Budaya Sekaten Melalui Media Digital: Studi Kasus di Kota Yogyakarta. Jurnal Ilmu Komunikasi Komunika, 16(1), 58–70. DOI: 10.20473/komunika.v16i1.2022.4321 (ejournal.komunika.com)

Makhfudoh, A. (2020). Yogyakarta Nilai-Nilai Islam dalam Tradisi Sekaten di Keraton [Universitas Islam Negeri Sunan Ampel]. http://digilib.uinsa.ac.id/45080/2/Alfi%20Makhfudoh_A92216059.pdf

Nursolehah, Noor, S., & Rizky, K. (2022). Akulturasi Islam dengan Budaya Jawa pada Tradisi Sekaten di Keraton Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Virtu: Jurnal Kajian Komunikasi, Budaya Dan Islam, 2(1), 19–30. https://doi.org/10.15408/virtu.vxxx.xxxxx

Ponulele, M. I. A., Faizullah, M. Y. M., & Astuti, H. T. (2023). Tradisi Sekaten dalam Pandangan Santri Milenial: Studi Kasus di Pondok Pesantren Darul Qur’an Wal Irsyad Wonosari. Musala: Jurnal Pesantren dan Kebudayaan Islam Nusantara, 2(1), 22–30. DOI: 10.37252/jpkin.v2i1.516 (jurnalannur.ac.id)

Pramusinto, E. & Wahono, S. M. (2020). Keterkaitan antara Upacara Adat Tradisional Sekaten dengan Pengembangan Kepariwisataan di Kota Surakarta. Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata, 16(1), 32–49. DOI: 10.56910/gemawisata.v16i1.109

Pratisara, D. (2020). Grebeg Maulud Yogyakarta Sebagai Simbol Islam Kejawen Yang Masih Dilindungi Oleh Masyarakat Dalam Perspektif Nilai Pancasila. Jurnal Pancasila, 1(2). https://journal.ugm.ac.id/pancasila/article/view/52090

Putri, K. & Siswadi, G. A. (2024). Tradisi Sekaten Yogyakarta dalam Perspektif Ki Hajar Dewantara dan Relevansinya bagi Pengembangan Kebudayaan Nasional. Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan, 24(2), 25–34. DOI: 10.32795/ds.v24i2.5946

Rahmawati, A., & Yasir, H. Y. (2024). Pengaruh Faktor Sosial dan Budaya Terhadap Tradisi Sekaten di Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Kaganga, 8(1), 74–82. https://ejournal.unib.ac.id/jkaganga/article/view/32135/14373

Septyaningrum, L. (2016). Nilai-Nilai Filosofis dalam Upacara Sekaten di Keraton Yogyakarta [Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga]. https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/24250/1/12510018_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf

Zuhdi, M. N. & Sawaun, S. (2022). Dialog Al Qur’an dengan Budaya Lokal Nusantara: Resepsi Al Quran dalam Budaya Sekaten di Keraton Yogyakarta. Maghza: Jurnal Ilmu Al Qur’an dan Tafsir, 2(1). DOI: 10.24090/maghza.v2i1.1548

Published

2025-07-15

How to Cite

SEKATEN SEBAGAI SIMBOL KEBERAGAMAN ISLAM NUSANTARA: KAJIAN TENTANG TRADISI, RITUAL, DAN NILAI ASWAJA. (2025). Jurnal Media Akademik (JMA), 3(7). https://doi.org/10.62281/v3i7.2551

Similar Articles

41-50 of 622

You may also start an advanced similarity search for this article.