IMPLEMENTASI EDUKASI SELF-LOVE DALAM MENINGKATKAN KESEHATAN MENTAL SANTRI: STUDI DI PONDOK PESANTREN NASHIHUDDIN

Penulis

  • Elva Zubkhair Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung Author
  • Nanda Audia Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung Author

DOI:

https://doi.org/10.62281/hxs9s856

Kata Kunci:

Self-Love, Kesehatan Mental, Santri, Pondok Pesantren

Abstrak

Program edukasi self-love dilaksanakan atas dasar kerja sama kelompok 34 KKN UIN Raden Intan Lampung dengan Pondok Pesantren Nashihuddin, Kelurahan Sumberrejo Sejahtera, Kecamatan Kemiling. Kegiatan ini bertujuan memberikan sosialisasi, pendampingan, serta penanaman kesadaran kepada santri mengenai pentingnya self-love sebagai strategi menjaga kesehatan mental. Latar belakang program ini adalah banyaknya santri yang menghadapi tekanan akademik maupun sosial di lingkungan pesantren sehingga rentan mengalami stres, kecemasan, bahkan penurunan rasa percaya diri. Metode yang digunakan berupa sosialisasi interaktif, diskusi kelompok, serta praktik refleksi diri dengan melibatkan ±80 santri. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, catatan lapangan, dan dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman santri mengenai konsep self-love, terlihat dari kemampuan mereka mengenali potensi diri, menerima keterbatasan, serta menumbuhkan sikap positif. Selain itu, santri melaporkan adanya peningkatan rasa percaya diri dan penurunan gejala stres. Temuan ini menegaskan bahwa edukasi self-love yang terintegrasi dengan nilai-nilai religius berkontribusi positif dalam memperkuat kesehatan mental santri sekaligus mendukung terciptanya lingkungan pesantren yang harmonis.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Ariwinata, Surya, Muhammad Fauzan, Rafi Indra Satria, and Rahayu Citra L. 2025. “Cemas Itu Manusiawi : Konsep Komunikasi Kesehatan Untuk Jiwa Yang Lebih Tenang Pada Remaja Pondok Pesantren.” 2(July): 1–8.

Ema Fitriya, Nur Hani’ah, and Hanifatul Khofifah. 2025. “Tasawuf Dalam Perspektif Psikologi: Harmoni Spiritual Dan Kesehatan Mental.” AJMIE: Alhikam Journal of Multidisciplinary Islamic Education 5(2): 291–306. doi:10.32478/8zv7ag68.

Henschke, Eva, and Peter Sedlmeier. "What is self-love? Redefinition of a controversial construct." The Humanistic Psychologist 51.3 (2023): 281.

Hidayati, Arina, Muhammad Lathief Syaifussalam, Fauzan Fuadi, and Naufal Sinatria. 2025. “Jurnal SiRad : Bhakti Nusantara From Selfie to Self-Love : A Body Image Education and Sexual Violence Prevention Movement for Digital Native Instagram Users Dari Selfie Ke Self-Love : Gerakan Edukasi Citra Tubuh Dan Pencegahan Kekerasn Seksual Pada Genera.” : 51–58.

Khumairoh, Anissa, et al. "Self Love Pada Remaja SMA." Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik Dan Humaniora 3.1 (2024): 215-221.

Nisa, Khoirun, and Nurani Rahmania. 2023. “Implementasi Program Keputrian Dalam Menanamkan Self Love Bagi Perempuan Pada Siswi Kelas IV,V Dan VI MI Miftahul Huda Pandantoyo Kertosono Nganjuk.” Mentari: Journal of Islamic Primary School 1(4): 210–20.

Sarmini, Sarmini, Angga Putri, Cica Maria, Lisastri Syahrias, and Ita Mustika. 2023. “Penyuluhan Mental Health Upaya Untuk Meningkatkan Kesehatan Mental Remaja.” MONSU’ANI TANO Jurnal Pengabdian Masyarakat 6(1): 154. doi:10.32529/tano.v6i1.2400.

Virgita, Salsabila Ainaya, Eka Ayu Lestari, Sandra Suratri, Cholilatul Awwaliyyah, and Nisrina Putri. 2024. “Penerapan Self Love Dalam Diri Guna Mengurangi Tingkat Depresi Pada Remaja.” Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2(1): 451–53. https://jurnal.serambimekkah.ac.id/index.php/ampoen/article/view/2035.

Diterbitkan

2025-08-29

Cara Mengutip

IMPLEMENTASI EDUKASI SELF-LOVE DALAM MENINGKATKAN KESEHATAN MENTAL SANTRI: STUDI DI PONDOK PESANTREN NASHIHUDDIN. (2025). Jurnal Media Akademik (JMA), 3(8). https://doi.org/10.62281/hxs9s856

Artikel Serupa

1-10 dari 127

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.