SRAWUNG ROSO: RUANG DIALOG PEMUDA UNTUK MENUMBUHKAN KEBERSAMAAN DAN HARMONI SOSIAL

Authors

  • Najwa Khairaini Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Author
  • Wafiq Amelia Putri Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Author
  • Rini Laili Prihatini Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Author

DOI:

https://doi.org/10.62281/qxywqb86

Keywords:

Pemuda, Karang Taruna, Dialog

Abstract

Srawung Roso merepresentasikan nilai kearifan lokal Jawa yang menekankan empati, saling memahami, dan penghormatan terhadap perbedaan. Dalam kehidupan modern yang individualistik, nilai ini penting untuk diinternalisasi, khususnya di kalangan pemuda. Karang Taruna berperan menumbuhkan kesadaran sosial dan kebersamaan, meski interaksi sosial dan partisipasi pemuda menurun akibat pola komunikasi digital. Karang Taruna merupakan wadah pembinaan dan pemberdayaan generasi muda yang bergerak di bidang kesejahteraan sosial, berperan penting dalam menumbuhkan kesadaran tanggung jawab sosial serta semangat kebersamaan di Masyarakat. Melalui pendekatan dialog partisipatif dengan Focus Group Discussion (FGD), kegiatan ini mengidentifikasi dan mengatasi disharmoni sosial, memperkuat solidaritas dan harmonisasi sosial antar anggota, serta meningkatkan kesejahteraan komunitas secara keseluruhan. Tidak hanya menjadi sarana silaturahmi, tetapi juga media edukasi budaya yang menanamkan nilai-nilai luhur dalam setiap interaksi. Melalui kegiatan ini, pemuda diajak untuk aktif berkontribusi dalam pembangunan sosial yang inklusif dan berkelanjutan. Karang Taruna terus beradaptasi dengan dinamika zaman, memanfaatkan teknologi digital sebagai alat untuk memperluas jangkauan komunikasi dan mempererat ikatan sosial. Dengan demikian, peran Karang Taruna semakin relevan dalam menciptakan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga matang secara emosional dan sosial, mampu menghadapi tantangan global tanpa kehilangan akar budaya.

Downloads

Download data is not yet available.

References

BNN. (2023). Pedoman Pemberdayaan Pemuda dalam Pencegahan Penyalahgunaan NAPZA.

Fauzi, M. (2022). Kearifan Lokal sebagai Basis Penguatan Komunikasi Sosial di Masyarakat Multikultural. Jurnal Komunikasi dan Sosial Keagamaan, 9(1), 45–56.

Firman, M. M. (2023). Peran Karang Taruna dalam Penguatan Peduli Sosial Pada Masyarakat Di Desa Wonomerto. 5th CORCYS.

Rahmiyati. (2017). Media Cetak dan Elektronik dalam Bimbingan dan Penyuluhan. Al-Hiwar: Jurnal Ilmu dan Teknik Dakwah, 5(2), 97–108.

Sibarani, S. W. (2020). Budaya Srawung sebagai Potret Toleransi Beragama dan Bersuku untuk Meredam Konflik di Kota Semarang . Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology), 194-204.

Suharto, E. (2019). Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat. Bandung: Refika Aditama.

Wijayanti, N., & Setiawan, A. (2020). Pemberdayaan Pemuda dalam Meningkatkan Partisipasi Sosial Masyarakat. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 4(2), 115–124.

Published

2025-11-22

How to Cite

SRAWUNG ROSO: RUANG DIALOG PEMUDA UNTUK MENUMBUHKAN KEBERSAMAAN DAN HARMONI SOSIAL. (2025). Jurnal Media Akademik (JMA), 3(11). https://doi.org/10.62281/qxywqb86